Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam Dunia Pendidikan

12.05.2013
Dalam dunia pendidikan saat ini , sudah menjadi rahasia umum bahwa penerapan IQ , EQ dan SQ adalah tiga tonggak utama agar tercipta keberhasilan dalam pembelajaran . IQ , EQ dan SQ merupakan tiga serangkai yang tidak boleh dipisahkan . Ketiganya memiliki peran tersendiri dalam menyokong kemampuan peserta didik . Di era ini , banyak orang lebih mengutamakan keberhasilan tingkat IQ pada seorang anak yang berkaitan dengan kecerdasan  . IQ dianggap mampu untuk menunjukkan suatu pembuktian keberhasilan tingkat pemikiran anak  . Pada dasarnya , tinggi atau rendahnya IQ tidak berkaitan dengan kepintaran seorang anak atau keberhasilannya dalam belajar . IQ hanya mampu mengukur kemampuan linguistik (bahasa) dan logika matematika . Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan penggunaan otak kanan dan kiri . Dalam sebuah survei di Amerika pada 1918 ditemukan fakta bahwa anak dengan tingkat IQ yang tinggi memiliki kecerdasan emosional yang rendah . Mereka cenderung tidak mampu mengendalikan persoalan emosi sehingga lebih mudah mengalami rasa takut , cemas , marah , dan egois . Mereka juga bersikap individualisme . Ada anggapan bahwa mereka yang memiliki tingkat IQ tinggi harus dikelompokkan dalam tingkatan mereka . Mereka tidak mampu untuk melakukan kerja dalam tim . Hal ini juga dapat kita lihat pada fakta nyata perkelahian antar siswa SMA maupun perguruan tinggi di Indonesia  . Mereka tidak mampu mengontrol perasaan emosionalnya dan membiarkan diri mereka hanyut dalam kondisi emosi . Saat IQ berperan dalam kemampuan kecerdasan , EQ bertugas untuk mengontrol kemampuan emosional seseorang . IQ dan EQ harus disandingkan . EQ mampu menciptakan keseimbangan perasaan dan kecerdasan . EQ mengubah pandangan keterpurukan menjadi suatu hal yang positif dalam diri individu . EQ juga bertugas mengambil alih mengangkat fungsi pikiran (logis) dan menggantikannya dengan perasaan . Penerapan EQ dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat dari kemampuan seseorang bergaul . Merek yang tingkat EQ tinggi , mampu untuk bersosialisasi secara luas dan bekerja dalam tim . Mereka lebih mengutamakan perasaan sehingga membuat mereka menjadi pribadi yang lebih terbuka dan hangat .  Banyak CEO sukses didunia karena tingginya EQ mereka . Mereka mampu mengontrol dan menyembunyikan perasaan dari umum, bersikap tenang atas semua permasalahan yang ada dan berani mengambil keputusan yang tepat . Lalu bagaimana IQ dan EQ tanpa SQ ? . SQ berkaitan dengan spritualitas . Mereka yang memiliki tingkat SQ tinggi tanpa IQ dan SQ lebih mengutamakan keindahan karya ciptaan Tuhan yang mengarah ke alam . Mereka memiliki panggilan jiwa untuk untuk suatu pertobatan , kedamaian dan tunduk kepada hati nurani . SQ tidak selalu berkaitan dengan keagamaan tetapi lebih mengarah kepada sikap bijak . SQ sama seperti EQ , bertugas untuk mengontrol IQ agar mampu menyadari dan memahami peranannya didunia . SQ mengontrol akhlak dan tingkah laku seseorang agar tetap ingat kepada penciptanya . Contoh penerapan SQ adalah adanya pemberian pembelajaran keagamaan pada masing-masing peserta didik agar SQ tetap terjaga keseimbangannya . 

Created by : Vera Sitompul ^^

No comments:

Post a Comment