Dua Keajaiban Kecil by Caroline Anderson

3.07.2015
Judul                : Dua Keajaiban Kecil (Two Little Miracles)
Penulis             : Caroline Anderson
Alih Bahasa     : Dharmawati
Penerbit           : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Tebal                : 240 Halaman
Terbit               : April 2012

Sinopsis :
Sudah hampir setahun Julia tak bertemu suaminya, tapi sore itu Max berjalan memasuki rumahnya – tetap menawan seperti dulu! Max datang untuk membereskan semua masalah dengan istri tercintanya, Julia. Tapi ia sama sekali tak menduga akan menemukan 2 keajaiban kecil di balik pintu rumah Julia... Dan kini Max hanya diberi waktu 2 minggu untuk membuktikan dirinya adalah suami sekaligus ayah terbaik di dunia!

Merangkak dari buku masa lalu yang selalu dibiarkan terpojok disudut lemari, hari ini saya berniat kembali menjelajah masa jaya saat bersama mereka :)). Ada masa dimana terkadang sekalipun saya mencoba untuk mewujudkan impian menjadi beauty blogger, kecintaan saya akan buku justru semakin merebak dari hari ke hari. Bodoh rasanya jika saya terus membohongi diri sendiri dengan mengatakan saya cinta make up tapi hati saya justru merasa kosong. Jadi, kenapa tidak mulai berpikir untuk mengubah haluan ? toh, saya masih membahas make up di lain waktu 

Max, adalah seorang pengusaha kaya yang semakin dilengkapi kehidupannya dengan kehadiran Julia, istri merangkap asisten. Keinginan besarnya untuk terus sukses membuatnya lupa apa yang menjadi impian Julia, istrinya. Membangun sebuah keluarga dengan anak-anak yang akan hadir memberikan keceriaan. Max bahkan semakin menggila saat memutuskan lebih memilih membuang pernikahan mereka daripada bisnisnya. Max lupa akan cinta yang membawa mereka ke pintu pernikahan. Jangan tanyakan pada Julia akan kesiapannya menghadapi ini semua ?. Kalau bukan karena mereka mungkin ia akan lebih memilih untuk menghilang. Bayinya :)) adalah anugerah terbesar yang dimilikinya saat ini, jadi biarkan dia bertahan membangun impiannya sembari berharap max akan datang menemuinya dan bayi mereka ? yaa, bayi mereka 

Blake ? Siapa pria itu dan apa yang dilakukannya bersama Julia dan bayi-bayi itu . . . bayinya. Dalam keterpurukannya setelah ditinggal Julia, Max menggila seorang diri. Max menyadari dengan baik bahwa dia sedikit terlambat untuk meminta diri kembali ke pelukan Julia, tapi dia menginginkannya. Dia ingin kembali untuk membangun impian mereka, bersama. Setelah hampir setahun mencari informasi akan keberadaan Julia, hari itu akhirnya tiba, Max menemukan mereka. Bukan hanya Julia yang membuatnya semakin terpesona tapi bayi-bayi yang duduk bersebelahan dalam keranjang belanja supermarket. Dua bayi perempuan yang luar biasa cantik dan identik. Ia bagaikan melihat foto diri sendiri. Ini lah yang menjadi alasan Max berdiri disini, didepan pintu rumah Julia. Mungkin ia memang harus sedikit tersenyum sembari berkata, "Halo, Julia".

Well, apa yang harus saya katakan tentang buku ini? tentang kisah yang terlalu sempurna untuk menjadi sebuah kenyataan. Saya suka buku ini dan tidak pernah bosan membacanya sekalipun harus mengulang berulang kali. Caroline benar-benar tahu menempatkan setiap amarah, emosi, tawa, kebahagiaan bahkan tangisan dalam buku ini. Setiap bagian digambarkan dalam proporsi yang seimbang. Jika selama ini banyak cerita yang mengusung bagaimana kesibukan seorang ibu mengurus bayinya, maka dalam cerita ini kamu akan disuguhkan dari sudut pandang yang berbeda, dari seorang ayah :)). Pernah bertanya bagaimana caranya seorang ayah mengurus bayi ? apalagi jika ini anak pertama. Pernah bertanya bagaimana kekagetan mereka saat melihat bayi mereka berucap, tertawa, bahkan menghilang dalam lautan mainan ? Pernah bertanya bagaimana kerepotan mereka saat harus memandikan dua bayi dalam satu bak ? Membaca bagaimana isi pikiran mereka saat harus berlari mengejar bayi satu yang hampir menelan sikat mandi sementara yang lain hampir menelan gelembung sabun ? :D

Ya, Caroline menjawab semuanya dalam buku ini melalui sosok Max. Max yang dikenal dalam balutan pria sporty dan berdasi, yang harus rela merepotkan diri menjadi fairy goodmother agar dapat kembali pada keluarganya, berkecimpung dalam setiap kegilaan yang kali ini bukan ditimbulkan olehnya, tapi bayinya, bayi mereka. Jika kamu merasa weekend kali ini membosankan, coba baca buku ini. Kamu bisa tertawa karenanya. Lupakan kata orang tentang kemesuman dalam harlequin, karena cerita ini benar-benar berbeda. Saya sangat buku ini, ceritanya mengalir dengan santai dan ringan, tidak perlu menekuk urat untuk memahami setiap kalimat :))

Jadi, Selamat Membaca :)

No comments:

Post a Comment