Loses Best Friends - Buddy

4.12.2015
Hari ini saya lagi malas nulis .________________.  rasanya pingin baring seharian. Itu sebabnya berat badan saya naik drastis dalam beberapa bulan belakangan. Berawal dari pingin nambahi sedikit bb biar gak kelihatan terlalu kurus, faktanya sekarang malah jadi overload hahaha :p . Hari ini saya mau share mengenai hewan peliharaan. Hayoo, siapa yang ga punya hewan peliharaan ? SAYA !! Iya, saya ga punya hewan peliharaan -___- . Miris dan menyedihkan, dua kata yang tepat menggambarkan kondisi saya saat ini, hahaha. Saya termasuk animal lovers (dalam tanda kutip), suka hewan tapi hanya beberapa. Kriteria hewan non-favorit saya: pemalas, licin, berlendir, buas dan berbentuk aneh. Saya memang pemilih. Sejak kecil saya lebih akrab dengan anjing, one of my bbf.

Bicara mengenai hewan peliharaan, tulisan saya kali ini terinspirasi salah satu video di youtube dengan judul "Boy loses best friend" . Video ini menggambarkan kesedihan seorang anak laki-laki yang harus kehilangan sahabat terbaiknya, seekor ikan bernama TOP.  Tidak percaya ? bagaimana kalau langsung menonton videonya ???


Anak ini bernama Kowen. Kisaran usianya masih dibawah lima tahun, balita. Hari itu kowen harus melepaskan kepergian sahabat terbaiknya, top yang telah mati. Ibunya meminta kowen melepaskan top dan membuangnya ke toilet. Tapi sebelum itu, kowen menyempatkan diri mencium tubuh top yang sudah tak bernyawa. Awalnya kowen masih terlihat ceria saat melepaskan top ke dalam toilet lalu menekan tuas penyiram. Tapi saat perlahan air membawa tubuh top menghilang, raut wajah kowen berubah, dia terlihat sedih bahkan menangis. Bahkan saat ibunya memeluk kowen dan bertanya, ia hanya menangis sembari memanggil nama top, haaa menyedihkan bukan (╥_╥)

by : Vemale.com
Saya juga pernah berada di posisi kowen. Waktu itu saya masih kelas 4 SD, baru pulang dari les dan mendapat kejutan, seekor anak anjing dirumah. Senang ? Pastinya. Hal pertama yang saya lakukan saat itu adalah memeluk si anjing kecil, mengusap kepala dan bulu-bulu ditubuhnya lalu memberi nama - BUDDY.  Buddy, bukanlah anjing pertama saya, tapi jadi peliharaan terakhir yang sangat saya rindukan hingga saat ini. Hari itu jadi hari pertama dan terakhir saya bermain dengan buddy sebelum akhirnya dia sakit.

Ya, buddy terluka karena gigitan anjing tetangga sebelah rumah. Saya tahu kejadian itu pagi hari sebelum mandi. Karena tak tega melihat kondisi buddy yang tergolek lemah dengan bagian perut terkoyak, saya merengek pada mama untuk diijinkan tidak bersekolah hari itu. Tapi mama tidak memperbolehkan. Dengan terpaksa saya tetap bersekolah walau selama kegiatan belajar berlangsung, hati dan pikiran saya ada dirumah, memikirkan buddy, saya sangat khawatir padanya. Bahkan rasanya waktu jadi berjalan lambat.


Begitu bel pulang tanpa bermain dengan teman seperti biasa, saya langsung bergegas . Sampai dirumah (tanpa berganti pakaian), saya melihat buddy. Kondisinya masih sama, bahkan semakin lemah. Saya langsung berinisiatif mencari kardus dan mengalasinya dengan baju bekas yang saya temukan dilemari. Mengambil buddy dari lantai dan meletakkannya dengan hati-hati ke dalam kardus. Saya juga memberi alas pada bagian kepala sebagai bantalan penyangga. Setelah itu pergi mengambil air dan lap bersih kemudian membersihkan darah yang terus mengucur dari perut-nya (ahhh, i wanna cry now (╥_╥))

Saat tangan saya tidak sengaja menyentuh lukanya, kaingan buddy terdengar seperti menangis. Agar tidak perih, saya mengipas bagian yang saya bersihkan. 'Ntah apa yang ada dipikiran saya saat itu. Tapi saya ingat saat saya terluka, sembari membersihkan luka, mama akan meniup luka tersebut agar tidak terlalu perih, maka-nya saya perbuat hal yang sama dengan harapan yang sama pula. Yang bisa saya lakukan saat itu hanya membersihkan luka-nya dengan air lalu memberi betadine. Saya tahu, bahkan sangat paham kalau itu akan percuma. Yang buddy butuhkan saat itu adalah seorang dokter, tapi dimana saya bisa mencarinya ???? ini bukan kota, hanya sebuah perkampungan !!


Saya menangis, berdoa pada Tuhan agar ada seseorang yang akan datang membantu saya menolong buddy, melakukan apapun yang kemudian akan menghilangkan rasa sakit yang dialaminya. Tapi percuma, tidak ada yang perduli. Saya terus berharap akan adanya sebuah mujizat di esok pagi saat saya terbangun, melihat buddy sudah dalam keadaan sehat. Tapi faktanya, buddy justru semakin lemah. Bahkan tanpa sepengetahuan mama, saya mengambil salah satu dress (milik sendiri) yang terbuat dari katun, menguntingnya menyerupai perban lalu menutup luka diperut buddy. Sementara kain yang tersisa dipakaikan sebagai selimut.

Setelah 3 hari bertahan, akhirnya buddy pergi. Saya menangis saat menemukan tubuhnya menjadi kaku. Memang kami belum lama bertemu tapi bagi saya itu sudah lebih dari cukup untuk membuat saya terpikat dan suka. Ayah yang melihat saya saat itu bersedia membantu menggali kuburan untuk buddy. Sembari menunggu ayah menggali, saya kembali menangis saat menyadari tubuh yang saya dekap tak akan bisa kembali.


Hingga saat ini saya masih ingat aroma tubuh buddy saat itu. Saya ingat bau yang yang menempel pada kain yang digunakan sebagai alas dan selimut. Terkadang jika di suatu tempat tiba-tiba hidung saya menangkap bau yang sama, hati saya jadi sedih. Kepergian buddy tidak membuat saya trauma memiliki hewan peliharaan, justru sebaliknya Tuhan memberikan saya 3 ekor anjing baru sebagai pengganti buddy hahahah :D :D . Beberapa darinya bahkan kembali diberi nama buddy oleh saudara saya, tapi bagi saya hanya ada satu BUDDY di dunia, buddy yang telah pergi :))

Ini cerita saya tentang kehilangan seorang sahabat terbaik, bagaimana dengan mu ? Pernah mengalami ? 

Salam
xoxo

4 comments:

  1. Huaaa..bacanya jd ikut brkaca2 mbak, pasti mb sayang bgt ya ama Buddy, smoga Buddy bahagia disana ya, saya tdk terlalu suka hewan, pgn miara tp dilarang ortu, bsk klo dah pya rumah sendiri saya juga pengen punya anjing yang lucu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iyaa mba (‾ε‾). Aminnnn . . .
      || Punya hewan piaraan itu seru kok mba, jadi penggalih biar gak main sosmed mulu *kayak saya* hahahah :D . Mama saya juga sedikit melarang punya hewan piaraan mba, maklum saya dog lovers, suka berlebihan kalau udah punya anjing, malah terkadang pinginnya si anjing dibawa tidur kekamar biar gak kesepian (berlebihan kan :p) - semoga impiannya tercapai ya mba, Amin .

      Terimakasih sudah mampir :))

      Delete
  2. Aak sama dong denganku, gak punya hewan peliharaan. Tapi aku berniat memelihara kucing nanti setelah menikah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mba, maklum dikota memang agak susah untuk punya piaraan, gampang stress karna gak boleh keluar, hahaha . Semoga terkabul ya mba XD , tapi aku mah gak suka kucing dari dulu, keterlaluan malasnya hewan satu itu hahha :p , suka gondok ngelihat kucing kalau kerjaannya tidur mulu (`з´)

      Terimakasih sudah mampir :))

      Delete