Family Time : Gentala Arasy

7.20.2015
Hi, kali ini aku akan jadi pemandu diacara tur wisata yang kemarin kami lakukan ke jembatan baru di Kota Jambi - Gentala Arasy. Sebelumnya mari kroscek dan ingat wajah pemandu kalian dibawah ini untuk memudahkan apabila ada peserta yang keluar jalur dalam tur kita kali ini :) . Tidak perlu berlama-lama, takutnya akan ada hati yang tertambat karena pesona sebuah foto (gubrak) hahah


. . .

Gentala Arasy, diresmikan pada 28 Maret 2015 oleh Gubernur kota Jambi didampingi Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden. Jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai jalur penyebrangan tetapi juga memiliki museum yang isinya menceritakan asal mula islam tumbuh diranah kota Adat ini. Jembatan ini sekaligus digunakan sebagai penyambung daerah seberang dengan kota Jambi yang dipisahkan oleh sungai batanghari yang juga merupakan ikon sungai terpanjang di pulau sumatera. 

Ikon Gentala Arasy terletak didaerah seberang



Air sungai ini walau terlihat tenang tapi aslinya cukup deras. Jangan tanya sudah berapa korban tenggelam disana, jadi pesan saya berhati-hati lah. Saat pergi ke daerah seberang angin diatas jembatan tidak terlalu kuat bahkan berkesan sedikit berangin. Sementara saat kembali ke arah kota, angin menjadi cukup kuat karena posisi saat itu melawan arah datangnya angin. So, buat yang bawa payung pegang kuat kalau enggak mau terbang dibawa angin haha. Banyak masyarakat yang ikut menikmati tur tidak membawa payung selama menyebrang, resikonya kulit terpanggang panas matahari. Apalagi jika itu pas tengah hari


sisterhood :P

Sesekali sembari berjalan akan terdengar suara "ketek" dari arah bawah menderu membawa penumpang ke arah seberang ataupun balik ke kota Jambi. Ketek adalah sebutan untuk perahu kecil bertenagakan mesin. Dan ini dia tujuan akhir kita, menara gentala arasy yang diatasnya juga terdapat jam gadang



Dihari biasa masyarakat bisa naik ke atas menara tetapi dikarenakan masih dalam suasana libur lebaran, menara ditutup untuk umum. Jadi lah kita duduk diluar bersantai sembari menonton anak-anak kecil sibuk meluncur dengan otoped masing-masing. Sesekali mata juga ikut melirik kekanan-kiri melihat pegunjung yang sibuk berfoto. Saya mah daripada bosan lihatin yang lain selfie memilih untuk mencari cemilan ringan, sosis dan es tebu. 



Setelah berlelah ria, pilihan paling tepat sepulang dari daerah seberang adalah makan jagung bakar sembari menikmati pemandangan sungai batanghari :D





Walau rasa jagung bakarnya enggak enak-enak amat, iya enggak sampai buat saya ketagihan karena terlalu asin tapi paling enggak sensasi cemilan ngobrol itu dapat :P . Dari tempat makan jagung, jembatannya juga masih terlihat jelas


dan inilah akhir perjalanan kita hari ini, sebagai penutup sambut lah foto beken saya setelah mengarungi terjangan angin dan panas diatas jembatan dengan sisa - sisa bedak yang ada ahahha. Jangan pertanyakan soal rambut karena serapi apapun saya buat akan kembali diterjang saat pulang, jadi biarkan saja, saya pasrah :P


No comments:

Post a Comment